TOHPATI – Semangat pelestarian seni budaya kian membara di Desa Tohpati. Guna menyongsong perhelatan bergengsi Lomba Gong Kebyar Tahun 2026, Pemerintah Desa Tohpati menggelar rapat koordinasi sekaligus pembentukan panitia inti yang bertempat di Aula Desa Tohpati, pada Senin malam (23/2).
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai elemen strategis desa, mulai dari jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemuda-pemudi (Sekaa Teruna Teruni) Desa Tohpati.
Dalam sambutannya, Perbekel (Kepala Desa) Tohpati menekankan bahwa Lomba Gong Kebyar bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk menunjukkan jati diri dan kekompakan warga Desa Tohpati.
"Persiapan yang matang adalah kunci. Dengan keterlibatan BPD, LPM, dan tokoh masyarakat, kita pastikan dukungan logistik dan moral terpenuhi. Namun, energi utama ada pada pemuda-pemudi kita sebagai garda depan pelestari seni," ujar beliau di hadapan para peserta rapat.
Rapat yang berlangsung hangat dan demokratis tersebut berhasil menyepakati beberapa poin penting, di antaranya:
Struktur Kepanitiaan: Penunjukan ketua, sekretaris, dan bendahara yang mengolaborasikan figur berpengalaman dengan semangat muda.
Pemetaan Anggaran: Pembahasan awal mengenai pendanaan latihan dan perlengkapan instrumen.
Jadwal Latihan: Menyusun timeline latihan rutin agar tidak berbenturan dengan kegiatan akademis atau pekerjaan para penabuh dan penari.
Kehadiran pemuda-pemudi Desa Tohpati memberikan warna tersendiri dalam rapat tersebut. Perwakilan pemuda menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan seluruh kemampuan demi mengharumkan nama desa di panggung Gong Kebyar 2026 mendatang.
Dengan terbentuknya panitia ini, Desa Tohpati secara resmi memulai langkah panjang menuju panggung seni yang diharapkan mampu menyedot perhatian pecinta seni karawitan di tingkat yang lebih luas. Semangat gotong royong yang terpancar di aula desa malam ini menjadi modal awal yang kuat bagi kesuksesan kontingen Desa Tohpati.