DESA TOHPATI – Balai Masyarakat Desa Tohpati tampak semarak pada pagi hari ini. Ratusan warga dan peserta berkumpul untuk merayakan Bulan Bahasa Bali ke-VIII, sebuah momentum tahunan yang bertujuan untuk memuliakan serta melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai akar budaya lokal.
Kegiatan tahun ini terasa istimewa karena merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Desa Tohpati dan Desa Adat Tohpati. Sinergi ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua lembaga desa untuk berjalan beriringan dalam menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Acara dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Tohpati bersama Bendesa Adat Tohpati. Dalam sambutannya, Perbekel menekankan bahwa bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jati diri krama Bali.
"Bulan Bahasa Bali adalah panggung bagi generasi muda kita untuk bangga menunjukkan identitasnya. Kolaborasi antara dinas dan adat di Desa Tohpati adalah kunci utama keberlanjutan tradisi ini," ujar beliau di hadapan para tokoh masyarakat yang hadir lengkap dalam acara tersebut.
Panggung Balai Masyarakat menjadi saksi antusiasme para peserta yang terbagi ke dalam empat kategori lomba utama:
| No | Kategori Lomba | Deskripsi |
| 1 | Nyurat Aksara Bali (SD) | Mengasah ketelatenan siswa sekolah dasar dalam menulis aksara suci di atas kertas. |
| 2 | Nyurat Aksara Bali di Lontar | Tingkat lanjut yang melatih kemahiran menggunakan pangrupak di atas media daun lontar. |
| 3 | Mesatua Bali | Lomba bercerita dalam bahasa Bali yang sarat akan pesan moral dan etika. |
| 4 | Metembang Lagu Pop Bali | Kompetisi olah vokal yang membuktikan bahwa bahasa Bali tetap keren dalam musik modern. |
Kesuksesan acara ini juga didukung oleh kehadiran seluruh Tokoh Masyarakat Desa Tohpati. Kehadiran mereka memberikan motivasi moral bagi para peserta, sekaligus menjadi simbol bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat, baik tua maupun muda.
Suasana lomba berlangsung khidmat namun meriah, terutama saat lomba Metembang Lagu Pop Bali yang mengundang riuh rendah tepuk tangan penonton, serta kekhusyukan yang terasa saat para peserta fokus menggoreskan aksara di atas lontar.
Dengan terlaksananya Bulan Bahasa Bali ke-VIII ini, Desa Tohpati kembali menegaskan posisinya sebagai desa yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun jiwa dan karakter masyarakatnya melalui pelestarian budaya.
Maju terus bahasa, sastra, dan aksara Bali!