TOHPATI – Pemerintah Desa Tohpati melalui Tim Penggerak PKK menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi para kader dengan menghadirkan tim kesehatan dari UPT Puskesmas Banjarangkan. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tohpati ini fokus pada dua isu krusial: optimalisasi kesehatan balita dan pentingnya skrining kesehatan bagi calon pengantin (catin).
Pembinaan ini bertujuan untuk membekali para kader PKK dengan pengetahuan medis terbaru agar mereka dapat menjadi jembatan informasi yang efektif bagi warga di tingkat banjar, terutama dalam upaya menekan angka stunting dan menjaga kesehatan reproduksi.
Fokus Kesehatan Balita dan Pencegahan Stunting
Dalam sesi pertama, petugas dari Puskesmas Banjarangkan menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin di Posyandu. Para kader diajarkan cara membaca kurva pertumbuhan pada Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dengan lebih detail, serta diberikan edukasi mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi seimbang.
"Kader PKK adalah ujung tombak kami di lapangan. Dengan pemahaman yang baik tentang pola asuh dan nutrisi, mereka bisa membantu mendeteksi dini jika ada balita yang pertumbuhannya tidak sesuai dengan usianya," jelas perwakilan tim medis Puskesmas Banjarangkan.
Edukasi Pranikah: Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Selain kesehatan balita, materi yang menjadi perhatian utama adalah pentingnya pengecekan kesehatan atau skrining sebelum menikah. Puskesmas menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan pranikah bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan langkah penting untuk:
Mendeteksi penyakit menular atau faktor genetik (seperti thalasemia atau anemia).
Memastikan kesiapan fisik dan mental calon ibu.
Mencegah kelahiran bayi dengan kondisi stunting atau cacat bawaan di masa depan.
Perbekel Desa Tohpati memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap para kader PKK segera mensosialisasikan hasil pembinaan ini kepada masyarakat luas. “Kesehatan desa dimulai dari persiapan keluarga yang matang. Kami ingin warga Tohpati, terutama para generasi muda yang akan menikah, sadar bahwa kesehatan mereka menentukan kualitas generasi penerus desa kita,” ungkapnya.
Sinergi Berkelanjutan
Kegiatan pembinaan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para kader berkonsultasi mengenai kendala yang dihadapi di lapangan saat memberikan edukasi kepada warga. Melalui sinergi yang kuat antara Pemdes Tohpati, PKK, dan Puskesmas Banjarangkan, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Desa Tohpati terus meningkat secara merata.