Pada Purnama Kedasa, 2 April 2026, suasana di SD Negeri Tohpati dilaksanakan upacara melaspas—sebuah ritual penyucian yang menandai penggunaan bangunan sekolah secara niskala dan sekala. Di tengah rangkaian upacara, pementasan tari topeng menjadi salah satu sajian yang paling dinanti. Seorang penari dengan busana adat lengkap memasuki halaman, mengenakan topeng yang memancarkan karakter kuat—kadang bijaksana, kadang jenaka, namun selalu sarat makna. Setiap gerakannya diiringi tabuhan gamelan yang ritmis, menghidupkan cerita yang disampaikan tanpa kata. Dalam pementasan tersebut, terselip pesan moral yang relevan bagi seluruh warga sekolah, terutama para siswa. Sang tokoh menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus diiringi dengan budi pekerti yang luhur dan menegaskan pentingnya rasa Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, kerja keras, Sederhana, Berani, dan Adil.
Penari membawakan dengan simbolik menyentuh pentingnya menjauhi perilaku korupsi sejak dini. Korupsi tidak hanya dimaknai sebagai tindakan besar yang merugikan negara, tetapi juga kebiasaan kecil seperti berbohong, menyontek, atau mengambil hak orang lain. Anak-anak diajak memahami bahwa integritas dimulai dari hal-hal sederhana berani berkata jujur, disiplin dalam belajar, serta bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
Pada Purnama Kedasa, 2 April 2026, suasana di SD Negeri Tohpati dilaksanakan upacara melaspas—sebuah ritual penyucian yang menandai penggunaan bangunan sekolah secara niskala dan sekala. Di tengah rangkaian upacara, pementasan tari topeng menjadi salah satu sajian yang paling dinanti. Seorang penari dengan busana adat lengkap memasuki halaman, mengenakan topeng yang memancarkan karakter kuat—kadang bijaksana, kadang jenaka, namun selalu sarat makna. Setiap gerakannya diiringi tabuhan gamelan yang ritmis, menghidupkan cerita yang disampaikan tanpa kata. Dalam pementasan tersebut, terselip pesan moral yang relevan bagi seluruh warga sekolah, terutama para siswa.
Sang tokoh menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus diiringi dengan budi pekerti yang luhur dan menegaskan pentingnya rasa Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, kerja keras, Sederhana, Berani, dan Adil. penari membawakan dengan simbolik menyentuh pentingnya menjauhi perilaku korupsi sejak dini. Korupsi tidak hanya dimaknai sebagai tindakan besar yang merugikan negara, tetapi juga kebiasaan kecil seperti berbohong, menyontek, atau mengambil hak orang lain. Anak-anak diajak memahami bahwa integritas dimulai dari hal-hal sederhana—berani berkata jujur, disiplin dalam belajar, serta bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.