TOHPATI – Suara dentuman kukul (kentongan) yang biasanya hanya terdengar untuk urusan adat, kini memiliki makna baru di Desa Tohpati. Tim Penggerak PKK Desa Tohpati meluncurkan gerakan inovatif bertajuk "Gerakan Kukul PKK Posyandu" sebagai upaya meningkatkan partisipasi warga dalam program kesehatan ibu dan anak.
Gerakan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada balita maupun lansia yang terlewat dalam pemeriksaan rutin di Posyandu. Dengan memanfaatkan kukul sebagai media komunikasi tradisional, kader PKK memberikan tanda kepada warga bahwa layanan kesehatan telah dibuka.
"Kami ingin tradisi kukul tidak luntur, namun fungsinya kita kembangkan. Sekarang, suara kukul adalah undangan bagi ibu-ibu untuk membawa buah hatinya ke Posyandu," ujar Ketua TP PKK Desa Tohpati.
Sejak gerakan ini diintensifkan, Desa Tohpati mencatat beberapa perubahan signifikan:
Peningkatan Kehadiran: Tingkat partisipasi masyarakat ke Posyandu meningkat hingga 25% dibandingkan bulan sebelumnya.
Pemantauan Stunting: Deteksi dini stunting menjadi lebih efektif karena hampir seluruh balita di desa terpantau berat dan tinggi badannya secara berkala.
Edukasi Kolektif: Sembari menunggu antrean, para ibu mendapatkan penyuluhan mengenai gizi seimbang dan pola asuh anak.
Keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari dedikasi para kader PKK yang turun langsung ke banjar-banjar. Selain membunyikan kukul, mereka juga melakukan jemput bola bagi warga yang berhalangan hadir karena alasan kesehatan atau usia.
Kepala Desa Tohpati mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk revitalisasi kearifan lokal. Beliau berharap Desa Tohpati dapat menjadi percontohan bagi desa lain dalam mengintegrasikan budaya dengan program kesehatan modern.